Ketika Nabi Muhammad SAW
ditanya oleh sahabat siapa yang pantas lebih dahulu untuk dimulyakan dan
dijunjung tinggi dalam kehidupan maka jawab Nabi “Ibumu“.
Sahabat tanya lagi, kemudian siapa, Nabi menjawab, Ibumu.
Sahabat tanya yang ketiga kalinya, kemudian siapa Ya Rosulallah. “Ibumu”
kata Nabi. Lalu siapa, sahabat masih tanya lagi. “Ayahmu”, kata Nabi. Ya ibu
disebutkan hingga 3 kali oleh Nabi Muhammad SAW saking
besarnya derajat ibu. Baru setelah itu disebutkan ayah yang pantas untuk
dimulyakan.
Peran seorang ibu
ternyata sangat besar untuk kemajuan sebuah bangsa. Karena dari ibulah lahir
bibit / generasi penerus yang akan menjadi tulang punggung maju tidaknya bangsa
ini. Maju tidak bangsa ini maka ibulah itu kuncinya. Ketika seorang ibu
berhasil menjadi ibu yang baik dan memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya
maka anaknya kelak akan menjadi anak yang berbakti dan siap menjadi generasi
yang baik. Ibu yang baik akan melahirkan anak yang baik. Sebaliknya ibu yang
tidak memberikan pendidikan yang optimal, maka alamat bangsa ini akan mengalami
kehancuran. Padahal kita tahu sukses tidaknya sebuah bangsa ialah karena peran
generasi penerusnya. Maka jika seorang ibu tidak bisa mendidik putra putrinya,
maka tentu saja bangsa ini akan memiliki masa depan yang kelam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar